
Dinihari ini….bersama emosi yang sedikit kacau dan resah, izinkan aku untuk mencoret segarit rasa yang kian bercampur dengan rasa kecewa, hiba, bingung dan sebagainya….
Tidak mampu lagi aku untuk terus menanggung resah yang kian berpinak-pinak dari hari ke hari….
Maaf kalian…. Jika bingkisan aku kali ini agak berbunyi emosional… Maaf… jika tulisan2 aku ini agak berupa serius dan keras…. Aku harap kalian mampu memahami apa yang ingin aku kongsikan ini….
Kalian… sahabat-sahabatku fillah…
Sedar tidak sedar, kita sudah semakin mampir menjengah ke tahun yang baru…. Meninggalkan hari-hari yang lalu untuk dijadikan kenangan untuk hari-hari esok…
Episod 2004 akan kita tinggalkan… mungkin sebagai sebuah kenangan yang indah, menyedihkan, atau mungkin sebagai satu tahun yang memberi suatu titik yang penting dalam kehidupan kita…
Kalian….
Amat
Ya… tentu ada!! Masakan tidak?!
Kalian…tolonglah..!!
Bangunlah dari mimpi indah kalian itu… Bangunlah untuk berkongsi rasa hiba yang menghimpit aku dan saudara-saudara kita ummat Muhammad di seluruh pelosok dunia…
Sungguh…. Kami seolah-seolah tidak punya lagi tempat untuk berlindung dari kekejaman musuh Islam laknatullah itu..!!!
Kongsilah rasa derita kami ini… jerit kesakitan anak-anak kecil kami ini…. Tangis hiba ibu-ibu kami ini…. Kami tidak mampu lagi berdepan dengan pemergian orang-orang yang kami kasihi…

Namun, kami tetap redha… jika pemergian mereka itu sebagai syuhada’.. dan pemergian mereka itu disambut meriah oleh penghuni syurga….
Namun, kami tidak akan sekali-kali rela jika kami diinjak-injak dengan hina hanya kerana kami teguh mendaulatkan kalimah Allahu Akbar di persada dunia ini…
Kalian… ingin aku bertanya..
Di manakah kalian ketika saudara-saudara kita di Fallujah dikepung dan dibom dengan penuh rasa kebinatangan oleh pasukan Kuffar itu?
Di manakah kalian tika bapa-bapa, abang-abang, jiran-jiran dan adik-adik kami dihenyak penuh kejam sehingga mati oleh tentera Thaksin laknatullah di Takbai..?!!
Di manakah kalian….?
Adakah sedang riang-ria menyediakan persiapan untuk menghadapi Lebaran yang bakal tiba?

Alangkah beruntungnya kalian…. Menyambut lebaran yang hadir dengan penuh riang bersama insan yang dikasihi… Sedang kami… hanya mampu mengalunkan takbir di pagi Aidilfitri dalam hujan bom dan peluru… Juadah kami hanya air mata dan ratap hiba….
Kalian…. Sebetulnya aku tidak ingin mengocak rasa tenang kalian… cukup sekadar kalian menjadikan cerita derita kami ini sebagai sebuah teladan… Sebagai rujukan hari depan… Untuk diceritakan kepada anak cucu kalian ketika hari libur… Ceritakanlah pada mereka… betapa ngerinya kami menghadapi saat-saat kami dibantai oleh puak kuffar itu hanya kerana kepatuhan kami kepada Sang Pencipta Sekalian Alam…
Namun.. kami redha si kecil kami terkorban.. kerana pengorbanan mereka tidak akan sia-sia.. Gugurnya mereka di jalan Allah… di jalan jihad… demi memperjuangkan agama Allah… Betapa kami bangga!!
Biarlah Ammar kami pergi… biarlah Khalid kami pergi… biarlah si manis Zaynab kami pergi… Insya Allah.. jika diizinnya kami akan pergi juga menyusuri mereka sedikit masa lagi… Do’akan kami di sini agar teguh mempertahankan al-Aqsa dari tangan zionis celaka itu… Do’akan saudara-saudara kita di setiap pelosok alam ini agar terus gagah mempertahankan kesucian Islam walau apa pun yang menimpa…
Kalian… ketahuilah…. Kami di sini sudah tidak punya waktu yang lapang lagi untuk disia-siakan… seperti kalian… yang masih bersibuk-sibuk dengan hal-hal yang remeh-temeh. Anak-anak remaja kami juga tidak lagi punya masa seperti anak-anak remaja kalian yang sibuk dalam dunia cinta… dunia hiburan… dunia penuh fantasi… Percayalah… anak-anak remaja kami saat ini sedang sibuk mempersiapkan diri untuk ke
Pernah suatu hari… kami masing-masing sibuk mempersiapkan anak-anak kami yang akan bertolak ke
Sungguh… ketika anak-anak kecil kalian sedang riang membaling bola, anak-anak kecil kami pula sedang sibuk melontar batu ke arah tentera Yahudi celaka itu…!! Aduhai anak… betapa bangga ibu menyaksikan keberanian kalian menentang pasukan syaitan itu!!

Kalian…. betapa
Ketahuilah… kami masih dan akan menanti saat-saat itu dengan tabah…
Sahabat… dengarlah!!! Dengarlah keluhan mereka ini… ratap harap saudara-saudara kita ini… Mereka cuma mengharapkan kita agar tidak terus leka dengan lenggok tari yang dimainkan oleh musuh-musuh kita. Mereka cuma mengharapkan kita agar berani menyuarakan kebenaran… walau kebenaran itu sepahit hempedu…. Mereka cuma mengharapkan agar kita bersedia mempertahankan kesucian Agama Islam.. walau terpaksa mengorbankan segala…. Mereka tidak mahu kita mewarisi kesengsaraan mereka! Mereka mahu kita tampil sebagai pembela ummat yang utuh dan perkasa.
Mereka tidak mahu kita bersibuk dengan hal yang merugikan ummat… Dengarlah!! Dengarlah teriakan mereka itu : “Tinggalkan segera cinta dunia yang penuh palsu!! Kembalilah kepada sunnah!! Kita hancur hanya kerana kita telah meninggalkan sunnah!! Kita tewas kerana kita telah meninggalkan wahyu Allah!!”
Kalian… renungilah kata-kata seorang ibu: “Walau gugur seorang Rantisi… pasti akan muncul lagi seribu Rantisi yang lain…!!”

Kalian… betapa kalian tahu atau tidak…. Tempoh hari aku menangis hiba… mengenangkan ada di antara kalian yang begitu lantang menghina seorang ulama’ yang juga seorang pemimpin yang tawaddu’… yang aku percaya memang sukar di zaman ini untuk mencari seorang pemimpin seperti beliau…. Betapa terbukti bahawa ada di antara kalian amat benci sekiranya bumi ini diperintah oleh ulama’ yang patuh pada perintah Al-Khaliq… Betapa kalian kelihatan begitu memaksa agar dia berundur dengan mempertikaikan usianya yang sudah lanjut…. Betapa kalian begitu jahil akan hakikat: tiada istilah rehat dan berundur dalam kamus hidup seorang pemimpin yang ikhlas…
Apakah yang telah merasuk kalian… sehingga begitu ghairah sekali kalian menghamburkan kata-kata nista terhadap seorang ulama’? Betapa kalian begitu bangga menjadi proksi musuh-musuh Allah dalam menyampai risalah-risalah fitnah terhadap Islam…

Kalian….betapa
Kalian…. kiranya tidak apa lagi yang mampu aku suarakan… untuk membayangkan betapa deritanya ummat Muhammad di penghujung usia dunia ini…. Patutlah… Patutlah.. . baginda Rasulullah S.A.W ketika akhir hayatnya menyebut-nyebut akan ummatnya… “Ummati…ummati…ummati…” Kiranya kita akan menghadapi kemelut yang tidak berpenghujung.... akibat dari kealpaan kita sendiri…
Luahan ini hanyalah sekadar suatu keluhan yang tecetus dari pojok nubariku… yang tidak akan mampu untuk aku menanggungnya berseorangan….
Buat mereka yang masih ingin berfikir…….. buanglah rasa ego kalian itu…
Hanya ada satu sahaja jalan untuk kita keluar dari kemelut ini : kembalilah kepada Al-Qur’an dan Sunnah… Pasti akan tercipta penyatuan yang utuh dan agung… yang tidak terkalahkan untuk kita memecah-belahkan perancangan-perancangan musuh-musuh Allah…. yang tidak pernah lupa untuk menghancurkan kita….
Mujaddeeda
8 Disember 2004